Minggu, 30 Desember 2007

Buat Puisi Itu Mudah

Bagi Dodo Senin adalah hari yang paling mengerikan baginya. Jadwal pelajaran hari itu penuh dengan pelajaran yang sulit baginya. Seperti hari ini, Dodo males-malesan pergi ke skul. Tugas membuat puisi dari Bu Yuni belum kelar dia kerjakan semalam. Padahal Dodo udah nongkrong di meja belajarnya dari jam tujuh hingga sembilan malam. Kertas putih buat tugas puisinya tetap aja putih tanpa ada tulisan sedikit pun tertoreh di sana. Biar kata mata udah mlototin tanpa kedip, tapi ide buat memilih kata-kata dalam puisi tak juga nongol.

Mau tidak mau Dodo harus siap menerima kenyataan ini. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi terhadap dirinya nanti di sekolah. Diskors berdiri di depan kelas atau tidak karena bu Yuni lupa menanyakan PR. Harapannya sich pilihan yang kedua, tetapi dasar bu Yuni guru yang terkenal cerdas apalagi urusan PR, beliau gak bakalan lupa. Giliran Dodo maju ke depan untuk membacakan puisinya. Terus terang terang terus Dodo menyampaikan bahwa semalam dia belum mengerjakan PR dengan wajah tertunduk. Sesekali dia coba intip wjah bu Yuni menunggu reaksi akibat perbuatannya. Beruntung bu Yuni tidak memasang tampang seram hari itu. Senyum merekah dari bibir bu Yuni dan menanyakan alasan Dodo tidak mengerjakan PR. Dodo menjawab bahwa dia menemui kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk puisinya. Dodo menyadari bahwa dirinya bukanlah anak yang super romantis,maklumlah dia tipe anak yang suka olahraga.

Pernahkah kalian mengalami kejadian serupa dengan Dodo?. Barangkali jawaban kalian sama dengan jawaban Khansa, Hanin, Hafidz, Tri Citra, Mia bahwa membuat puisi itu sulit. Sulit untuk menemukan kata-kata yang indah. Udahlah,buang jauh-jauh pikiran itu. Kita gak mesti menjadi anak yang romantis untuk membuat puisi. Semua orang bisa kok membuat puisi asal tahu trik dan tipsnya.

Pada dasarnya membuat puisi sama dengan kala kita membuat cerpen atau novel. Hal yang membedakan dengan cerpen ataupun cerita-cerita yang lain adalah tetep pada pengolahan kata. Seni menulis puisi adalah menyampaikan A dengan bahasa B. Sekarang Nih, aku kasih oleh-oleh yang aku dapat dari Mas Joko Pinurbo

1. Obyek harus jelas

Artinya ketika kita memilih judul untuk puisi, setidaknya judul itu berupa obyek yang bisa kita lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari. Contoh; Sandal Jepit, Terompet Tahun Baru, Bapakku Suka Sapi, Kucingku Unpei. Judul-judul tersebut biasa kita lihat dan dengar dalam kehidupan khan?. Bandingkan dengan judul berikut; Kesedihan Hati, Di Lubuk Hati, Tragis, Suka Hati. Seperti apakah sedih itu? Bagaimana bentuknya? apa warnanya? Tidak kelihatan khan. Inilah yang harus kita hindari dalam membuat judul puisi.

2. Ungkapan sewajarnya

Pakailah bahasa yang sederhana. Bahasa yang biasa kita gunakan untuk bercakap-cakap setiap hari dengan keluarga, teman, maupun saudara kita.

3. Alur kata

Seperti halnya membuat cerita. Puisi pun memiliki alur kata. Baris pertama dengan baris berikutnya akan saling berkaitan.

4. Ending yang menentukan

Ending atau akhir dari puisi inilah yang menentukan keindahan sebuah puisi. Ending inilah yang akan mengungkapkan pesan yang disampaikan melalui puisi tersebut.Ending yang bagus adalah ketika pembaca akan mengucapkan ” ooo...itu tho maksudnya”.

5. Fokus

Fokus bertujuan agar puisi yang kita buat tidak pergi kemana-mana. Jika kita udah milih judul Nasi Kucing maka dari awal hingga akhir puisi kita tentang Nasi Kucing.