Jumat, 01 Februari 2008
WORD COUNT
So, kali ini X-Jur akan ngungkapin gimana caranya kita tahu jumlah huruf atawa karakter yang ada dalam karya kita. Nggak mungkin khan kita ngitung manual jumlah huruf atawa karakter karya kita? bisa-bisa bibir kita ndower dibuatnya :)
Huruf yang kita tahu ada dari A-Z. Karakter adalah memuat jumlah huruf, spasi, dan tanda baca titik komanya. Untuk ngitung semua itu kita bisa gunakan MS-Word. Caranya:
Kita buka file tulisan kita.
Klik TOOLS pada menu bar
Klik WORD COUNT
akan muncul window=
a. word=jumlah huruf
b. character(no space)=karakter huruf dan titik koma tidak pake spasi
c. character(with space)= semua karakter pake spasi pula.
ini dulu ya moga bermanfaat. Salam :)
Kamis, 03 Januari 2008
MENULIS...SEMUA ORANG BISA KOK
Lapar, mau makan? Makanlah.
Ngantuk, mau tidur? Tidurlah.
Pengin nulis? Menulislah
Mau minum udah jelas air yang akan kita minum. Mau makan jelas bisa asalkan tersedia makanan di meja. Mau tidur gampang tinggal nyari tempat buat menyandarkan tubuh. Menulis? Apa yang ingin aku tulis? Bagaimana aku memulainya? Kapan aku bisa menulis? Terakhir bisa gak ya aku menulis. Duh, kayaknya naif banget dech bila hari gini kita masih meragukan kemampuan kita menulis.
Menulis bukan hanya terbatas pada tulisan seperti membuat cerpen, puisi, novel atawa tulisan sastra lainnya. Tulis saja apa yang ingin kamu tulis. Apa yang kamu omelkan, pikirkan, marahkan, ucapkan adalah bahan yang tiada habis untuk kamu gali lebih dalam buat tulisanmu. Kayaknya semua penulis setuju banget kalo menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja dengan syarat bisa membaca dan menulis baik di atas kertas maupun nekan tombol di kompyut kita. Nach, ada tips buat kamu yang pengin memulai nulis. Sorry aku gak bisa nglanjutin di halaman ini soalnya lagi menthok ide alias buntu. Gak bisa khan kalo kita maksain otak kita buat menulis sekedar ingin cepat kelar. Kita gak bisa nulis dengan harapan langsung selesai dan boommm!! Terkenal. Nulislah mengalir seperti air sungai yang mengalir. Jika kita capek gak bisa nemuin ide tulisan, berhentilah. Trus ngapain? Baca aja buku yang kita gemari. Siapa tahu dapat ide lalu lanjutin. Baca lalu nulis lagi, Baca...tulis, baca...tulis. Bosan membaca dan menulis bermainlah. Berkumpul dengan teman sungguh sangat menyenangkan, siapa tahu di sana kita juga dapat nemuin ide dari melihat Arga yang jatuh ke parit, celoteh teman-teman dalam perjalanan, ataupun sesuatu yang kita liat misalkan ada seekor siput berjuang menyelamatkan hidupnya dari ancaman Unpie kucing milik teman.So, pesenku nulislah apa adanya. Jangan takut jelek atau terlalu bagus. Kita nanti akan perbarui setelah tulisan kita usai. OCRE?? ... sorry aku hentikan tulisanku sampai di sini. Aku mau refreshing JJS sama temen-temen. Daaggg...
Minggu, 30 Desember 2007
Buat Puisi Itu Mudah
Bagi Dodo Senin adalah hari yang paling mengerikan baginya. Jadwal pelajaran hari itu penuh dengan pelajaran yang sulit baginya. Seperti hari ini, Dodo males-malesan pergi ke skul. Tugas membuat puisi dari Bu Yuni belum kelar dia kerjakan semalam. Padahal Dodo udah nongkrong di meja belajarnya dari jam tujuh hingga sembilan malam. Kertas putih buat tugas puisinya tetap aja putih tanpa ada tulisan sedikit pun tertoreh di sana. Biar kata mata udah mlototin tanpa kedip, tapi ide buat memilih kata-kata dalam puisi tak juga nongol.
Mau tidak mau Dodo harus siap menerima kenyataan ini. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi terhadap dirinya nanti di sekolah. Diskors berdiri di depan kelas atau tidak karena bu Yuni lupa menanyakan PR. Harapannya sich pilihan yang kedua, tetapi dasar bu Yuni guru yang terkenal cerdas apalagi urusan PR, beliau gak bakalan lupa. Giliran Dodo maju ke depan untuk membacakan puisinya. Terus terang terang terus Dodo menyampaikan bahwa semalam dia belum mengerjakan PR dengan wajah tertunduk. Sesekali dia coba intip wjah bu Yuni menunggu reaksi akibat perbuatannya. Beruntung bu Yuni tidak memasang tampang seram hari itu. Senyum merekah dari bibir bu Yuni dan menanyakan alasan Dodo tidak mengerjakan PR. Dodo menjawab bahwa dia menemui kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk puisinya. Dodo menyadari bahwa dirinya bukanlah anak yang super romantis,maklumlah dia tipe anak yang suka olahraga.
Pernahkah kalian mengalami kejadian serupa dengan Dodo?. Barangkali jawaban kalian sama dengan jawaban Khansa, Hanin, Hafidz, Tri Citra, Mia bahwa membuat puisi itu sulit. Sulit untuk menemukan kata-kata yang indah. Udahlah,buang jauh-jauh pikiran itu. Kita gak mesti menjadi anak yang romantis untuk membuat puisi. Semua orang bisa kok membuat puisi asal tahu trik dan tipsnya.
Pada dasarnya membuat puisi sama dengan kala kita membuat cerpen atau novel. Hal yang membedakan dengan cerpen ataupun cerita-cerita yang lain adalah tetep pada pengolahan kata. Seni menulis puisi adalah menyampaikan A dengan bahasa B. Sekarang Nih, aku kasih oleh-oleh yang aku dapat dari Mas Joko Pinurbo
1. Obyek harus jelas
Artinya ketika kita memilih judul untuk puisi, setidaknya judul itu berupa obyek yang bisa kita lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari. Contoh; Sandal Jepit, Terompet Tahun Baru, Bapakku Suka Sapi, Kucingku Unpei. Judul-judul tersebut biasa kita lihat dan dengar dalam kehidupan khan?. Bandingkan dengan judul berikut; Kesedihan Hati, Di Lubuk Hati, Tragis, Suka Hati. Seperti apakah sedih itu? Bagaimana bentuknya? apa warnanya? Tidak kelihatan khan. Inilah yang harus kita hindari dalam membuat judul puisi.
2. Ungkapan sewajarnya
Pakailah bahasa yang sederhana. Bahasa yang biasa kita gunakan untuk bercakap-cakap setiap hari dengan keluarga, teman, maupun saudara kita.
3. Alur kata
Seperti halnya membuat cerita. Puisi pun memiliki alur kata. Baris pertama dengan baris berikutnya akan saling berkaitan.
4. Ending yang menentukan
Ending atau akhir dari puisi inilah yang menentukan keindahan sebuah puisi. Ending inilah yang akan mengungkapkan pesan yang disampaikan melalui puisi tersebut.Ending yang bagus adalah ketika pembaca akan mengucapkan ” ooo...itu tho maksudnya”.
5. Fokus
Fokus bertujuan agar puisi yang kita buat tidak pergi kemana-mana. Jika kita udah milih judul Nasi Kucing maka dari awal hingga akhir puisi kita tentang Nasi Kucing.



